fbpx
4 Investasi untuk Karyawan Kantoran Paling Menjanjikan

4 Investasi untuk Karyawan Kantoran Paling Menjanjikan

Pengetahuan keuangan masyarakat Indonesia semakin meningkat, yang terlihat dari aktivitas investasi yang semakin beragam. Pekerja kerah putih atau pekerja kantoran sudah terbiasa menggunakan sebagian pendapatannya untuk investasi.

Emas menjadi salah satu pilihan investasi dalam konteks ketidakpastian ekonomi, karena emas biasanya dijadikan investasi lindung nilai (hedging).

Selain itu, investasi saham juga menjadi instrumen investasi dengan return yang tinggi tetapi juga risiko yang tinggi. Dan, investasi aset kripto mempunyai volatilitas yang cukup tinggi.

Untuk itu, berikut sejumlah instrumen investasi yang cocok untuk pekerja atau karyawan kantoran:

1. Deposito

Pilihan investasi pertama yang paling banyak dikenal adalah deposito. Opsi investasi ini tidak memerlukan keahlian apapun untuk memulainya. Caranya sederhana, yaitu menyediakan dana untuk disimpan di bank dalam jangka waktu tertentu. Deposito biasanya dapat disimpan dalam waktu satu bulan hingga dua tahun.

Bank kemudian akan mengembalikan imbal balik dengan persentase tertentu dari deposit, biasanya sekitar 5 persen. Jenis investasi ini cocok untuk pekerja kantoran dan pemula karena relatif mudah.

Baca Juga :  Simak 4 Tips Memanfaatkan Dana Bansos Secara Bijak

2. Reksa dana

Reksa dana adalah model investasi yang dikelola oleh manajer investasi. Investor hanya perlu menginvestasikan dana dalam jumlah tertentu sesuai dengan kemampuannya, kemudian manajer investasi akan mendistribusikan uangnya.

Reksa dana dipandang sebagai investasi yang lebih menguntungkan karena tingkat bunganya lebih tinggi dibandingkan model investasi lainnya. Investor juga tidak perlu memiliki patokan jumlah uang yang harus mereka investasikan.

3. Obligasi

Obligasi adalah investasi berupa surat berharga yang dibeli dari pihak yang membutuhkan dana untuk jangka waktu tertentu—biasanya lebih dari satu tahun. Penawaran obligasi bisa datang dari BUMN dan swasta.

Setelah jangka waktu investasi berakhir, investor  akan menarik surat-surat berharga dan mengembalikan dana. Selama masa kontrak investasi, persentase imbal balik tertentu akan diperoleh setiap bulan.

4. P2P lending

P2P lending adalah investasi di mana investor akan menyediakan dana untuk peminjam secara individu atau perusahaan.

Jika bisnis si peminjam sukses, keuntungan P2P lending bisa mencapai 18 persen. Meski ada risikonya, investasi ini mudah karena kini ada berbagai platform P2P lending yang bisa mendistribusikan dana tersebut.

Baca Juga :  8 Faktor Penentu Investasi di Indonesia, Wajib Tahu!