fbpx
5 Cara Menghindari Penipuan Berkedok Rumah Syariah

5 Cara Menghindari Penipuan Berkedok Rumah Syariah

Baru-baru ini, penipuan perumahan berkedok syariah tengah ramai disoroti. Yang mana, masyarakat diiming-imingi dengan kemudahan membeli rumah. Namun sebenarnya proyek perumahan yang ditawarkan hanya fiktif. Lantas, seberapa amankah membeli rumah dengan KPR syariah?

Jika anda ingin membeli rumah dengan KPR syariah dan terhindar dari penipuan KPR syariah, disarankan untuk mengecek dengan saksama latar belakang dan reputasi pengembang KPR syariah terkait.

Selain itu, sebelum anda memutuskan untuk membeli rumah dengan KPR syariah, anda harus melakukan beberapa hal. Berikut adalah hal-hal yang harus anda lakukan:

1. Pastikan melihat bangunannya

Untuk menghindari developer yang tidak kredibel, saat survei lokasi rumah, anda harus melihat bentuk fisik rumah yang dijual developer.

Hindari pengembang yang hanya memiliki rumah contoh untuk meminimalkan kemungkinan penipuan berkedok perumahan syariah.

2. Cek kelengkapan perizinan

Perusahaan pengembang yang andal harus memiliki perizinan yang lengkap.

Baca Juga :  Ini 5 Tips Menabung untuk Membeli Rumah Impian

Izin yang harus dimiliki pengembang antara lain izin lokasi, izin mendirikan bangunan (IMB) dan kelengkapan surat tanah.

Dalam beberapa kasus, pengembang nakal hanya memiliki satu dokumen izin, jadi sangat penting bagi anda untuk mengecek apakah pengembang memiliki izin secara lengkap atau justru sebaliknya.

Selain itu, pengembang nakal biasanya tidak memisahkan surat tanah dari AJB menjadi SHM, sehingga berpotensi menimbulkan sengketa di kemudian hari.

3. Cek keanggotaan pengembang di asosiasi

Sebagai calon pembeli, Anda juga harus mengecek keanggotaan pengembang dalam asosiasi, seperti Real Estate Indonesia (REI) atau Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Indonesia (APERSI).

Ini penting agar jika nanti ada masalah antara developer dan pembeli, REI atau APERSI bisa memberikan solusi.

Dalam beberapa kasus, pengembang nakal sering tidak mematuhi perjanjian kredit.

Jika mereka tidak masuk dalam keanggotaan REI atau APERSI maka aktivitas pengembang akan sulit terpantau.

4. Banyak tanya

Agar tidak menjadi korban penipuan rumah syariah, anda bisa menanyakan beberapa pertanyaan mendetail kepada pengembang.

Baca Juga :  3 Cara Mengecek Keaslian Sertifikat Tanah, Bisa di HP

Beberapa pertanyaan yang dapat anda ajukan adalah:

  • Sudah berapa lama berdirinya perusahaan terkait? Sehingga kita bisa melihat portofolionya.
  • Bagaimana pengembang menyelesaikan proses kontrak dan bagaimana menangani keluhan
  • Masalah apa yang akan muncul dalam proses pembelian rumah syariah?

5. Cek bank mitra pengembang

Pengembang perumahan syariah yang andal pastinya menjalin kemitraan dengan banyak bank.

Jika perlu, anda dapat bertanya kepada bank terkait tentang rekam jejak pengembang terkait.

Bank tidak mungkin bekerja sama dengan pengembang sembarangan karena ini akan mengurangi kredibilitas bank.