fbpx
5 Tips Investasi Tokcer di Masa Pandemi, Terapkan!

5 Tips Investasi Tokcer di Masa Pandemi, Terapkan!

Pandemi memang menimbulkan guncangan di mana-mana, termasuk di sektor ekonomi dan investasi. Tetapi ini tidak berarti bahwa kegiatan investasi pribadi harus dihentikan.

Bagi pemula yang baru mulai berinvestasi, masa pandemi bukan berarti hambatan. Namun ingat, memilih instrumen investasi yang tepat di masa pandemi membutuhkan pertimbangan yang matang.

Berikut ini KulikMedia bagikan tips tokcer berinvestasi di masa pandemi:

1. Jangan gunakan emosi

Pengendalian emosi sangat penting agar investasi tidak dilakukan tergesa-gesa. Gunakan logika dan analisis. Misalnya, saat harga saham turun, tidak langsung menjualnya karena diserang kepanikan.

Tapi coba cek penyebab turunnya harga saham. Apakah itu sementara atau jangka panjang. Kemudian buat keputusan, tahan atau jual.

2. Bersedia mengakui kesalahan

Wajar bagi kita membuat kesalahan dalam berinvestasi, apalagi bagi pemula. Kita tidak perlu takut dan malu untuk mengakui kesalahan yang telah kita lakukan.

Baca Juga :  Tips Menabung Deposito untuk Kembangkan Uang Anda

Dari kesalahan tersebut, kita bisa belajar dan tahu bagaimana menghindari kesalahan di kemudian hari.

Untung rugi sangat umum terjadi dalam dunia investasi. Jika ingin mendapat untung, kita harus berani rugi. Sebab, pasti ada risiko kerugian dalam investasi, termasuk emas sekalipun disebut sebagai investasi yang aman atau safe haven.

3. Rajin mengamati tren pasar dan perkembangan ekonomi

Investor harus meluangkan waktu untuk mengamati atau membaca tren pasar, terutama pada investasi yang sangat fluktuatif seperti saham.

Dalam hitungan menit atau bahkan detik, harga saham dapat berubah. Ada banyak faktor, baik eksternal maupun internal. Oleh karena itu, kita harus rajin mengamati tren harga saham agar dapat memahami arahnya.

Selain itu, update perkembangan ekonomi secara keseluruhan dari waktu ke waktu. Sehingga, kita makin mantap dalam mengambil keputusan investasi.

4. Singkirkan pikiran negatif

Hilangkan pikiran negatif saat berinvestasi. Jika pikiran negatif ini tertanam di otak, maka yang ada hanya rasa takut gagal dan takut rugi.

Baca Juga :  Agar Tak Boncos, Pahami Ini Saat Investasi Reksadana

Misalnya, investor saham tentu akan mengharapkan kondisi ekonomi dan kinerja perusahaan lekas membaik di masa pandemi ini, yang akan membuat saham lebih kuat dan menghasilkan cuan.

5. Sedikit serakah dalam investasi diperbolehkan

Investor seringkali memperlihatkan dua karakteristik saat berinvestasi, yaitu serakah dan takut. Dari karakteristik ini, serakah dalam hal investasi lebih baik daripada rasa takut.

Ketakutan tidak akan pernah membawa kita menuju kesuksesan. Kita tidak akan berani mengambil langkah, karena kita selalu penuh ketakutan.

Sementara serakah yang masih dalam kisaran yang wajar, itu tidak masalah. Misalnya kita berinvestasi di saham A lalu membeli saham B lagi karena valuasinya murah dan prospeknya cerah. Hal itu sangat dibolehkan.