fbpx
Hipotensi Penyebab, Gejala dan Penanganannya

Hipotensi: Penyebab, Gejala dan Penanganannya

Hipotensi adalah suatu kondisi di mana tekanan darah berada di bawah kisaran normal.

Hasil tes tekanan darah normal berkisar 120/80 mmHg.

Jika tekanan darah seseorang lebih rendah, yakni berkisar  90/60 mmHg, itu disebut hipotensi.

Penyebab, gejala, dan pengobatan hipotensi dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Penyebab hipotensi

Hipotensi atau tekanan darah rendah dapat disebabkan oleh banyak kondisi, seperti:

  • Kehamilan, terutama dalam 24 minggu pertama.
  • Pendarahan hebat.
  • Dehidrasi berat.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti obat Parkinson, obat jantung seperti diuretik, beta blocker, nitrat, antidepresan dan obat untuk masalah ereksi.
  • Masalah jantung, seperti freuensi detak jantung rendah (bradikardia), masalah katup jantung, serangan jantung, gagal jantung.
  • Gangguan hormonal seperti hipotiroid, insufisiensi adrenal, hipoglikemia dan diabetes.
  • Infeksi berat yang telah menyebar ke darah (shoxk sepsis). Racun dari kuman dapat menyebar ke dalam darah dan menyebabkan pembuluh darah melebar berujung pada hipotensi yang mengancam nyawa.
  • Reaksi alergi. Bisa disebabkan oleh alergi obat, makanan atau gigitan serangga.
  • Kekurangan vitamin B 12 dan asam folat yang dapat menyebabkan anemia, yang dapat menyebabkan tekanan darah rendah.
Baca Juga :  Kenali Berbagai Gejala dan Penyebab Umum GERD

Gejala hipotensi

Tidak semua orang dengan tekanan darah rendah akan mengalami gejala. Namun, jika tekanan darah cukup rendah, gejala berikut mungkin terjadi:

  • Detak jantung cepat atau tidak teratur.
  • Pusing.
  • Lemas.
  • Mual.
  • Pingsan.
  • Kehilangan keseimbangan.
  • Penglihatan kabur.

Penanganan hipotensi

Jika kita mengalami gejala tekanan darah rendah, hal pertama yang harus dilakukan adalah duduk atau berbaring. Tempatkan kaki kita lebih tinggi dari jantung dan pertahankan posisi ini untuk beberapa waktu. Jika gejalanya tidak hilang, kita perlu mendapatkan perawatan dokter.

Pengobatan hipotensi tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Tujuan pengobatan adalah untuk meningkatkan tekanan darah, meredakan gejala dan mengobati penyakit yang menyebabkan tekanan darah rendah.

Pengobatan utama untuk tekanan darah rendah adalah dengan mengubah pola makan dan gaya hidup, seperti:

  • Meningkatkan asupan makanan dengan kandungan tinggi garam, karena garam dapat meningkatkan tekanan darah.
  • Meningkatkan konsumsi cairan, karena cairan meningkatkan volume darah dan membantu mencegah dehidrasi.
  • Berolahraga secara teratur untuk meningkatkan tekanan darah.
  • Gunakan stoking khusus di tungkai (stoking kompresi) untuk memperlancar aliran darah.
Baca Juga :  6 Cara yang Paling Disarankan Atasi Perut Kembung

Jika tekanan darah rendah disebabkan oleh penggunaan obat-obatan tertentu, dokter akan mengurangi dosisnya atau mengganti obat jika diperlukan.

Hipotensi dengan gejala syok merupakan penyakit yang memerlukan penanganan segera. Dokter akan memberikan cairan infus, obat-obatan dan transfusi darah untuk meningkatkan tekanan darah guna mencegah kerusakan fungsi organ.

Setelah menstabilkan tekanan darah, detak jantung, suhu tubuh dan pernapasan pasien, dokter akan meresepkan pengobatan untuk mengatasi faktor penyebab hipotensi.