fbpx
Return Saham Pengertian, Jenis, Cara Menghitung

Return Saham: Pengertian, Jenis, Cara Menghitung

Setiap membaca artikel tentang investasi pastinya anda sering mendengar istilah ‘high risk, high return’, kan? Namun, apa tahukah anda apa itu return?

Finansial return atau biasa dikenal dengan return adalah nilai yang bertambah atau berkurang akibat investasi dalam jangka waktu tertentu.

Maka, yang dimaksud dengan high risk high return adalah bahwa semakin tinggi risiko investasi, semakin tinggi imbal hasil yang diperoleh.

Return dapat dinyatakan dalam bentuk nilai uang yang diperoleh selama periode investasi tertentu, atau dalam bentuk persentase. Dapat juga diwujudkan dalam bentuk imbal hasil bersih setelah mengurangi biaya admin, inflasi dan pajak.

Lebih sederhananya, return adalah perubahan harga aset, investasi dan proyek selama periode waktu tertentu, yang dapat dinyatakan dalam bentuk selisih harga atau persentase.

Jika hasil perhitungan return positif, maka investasi yang dilakukan menguntungkan. Sebaliknya, jika hasil yang dihitung negatif, berarti investasi yang dilakukan merugi.

Misalnya, anda membeli saham PT. XYZ senilai 175 rupiah per unit. Tahun berikutnya, saham itu terjual 225 rupiah per lembar. Maka return yang diperoleh 28,5 persen.

Baca Juga :  8 Faktor Penentu Investasi di Indonesia, Wajib Tahu!

Perhitungannya adalah sebagai berikut:

(225-175): 175 x 100% = 28,5 %.

Return saham

Return saham memiliki dua komponen utama. Komponen pertama adalah yield, yakni komponen return yang mencerminkan arus kas atau pendapatan yang diperoleh dari investasi dalam jangka waktu tertentu. Yield hanya berupa angka nol dan positif.

Komponen kedua adalah capital gain atau loss. Komponen ini dapat diartikan sebagai kenaikan atau penurunan harga keuntungan dan kerugian investor. Capital gain bisa berupa negatif, nol atau positif.

Ada sejumlah faktor yang memengaruhi return saham, yaitu faktor makro yang terdiri dari faktor makro ekonomi dan faktor makro nonekonomi.

Faktor makroekonomi meliputi inflasi, suku bunga, kurs valuta asing, tingkat pertumbuhan ekonomi, harga BBM di pasar internasional dan indeks harga saham regional.

Sementara itu, faktor makro nonekonomi meliputi peristiwa politik, peristiwa sosial dan peristiwa politik internasional. Selain itu, terdapat faktor mikro ekonomi, yakni faktor dari dalam perusahaan.

Baca Juga :  Mengenal Strategi Investasi DCA, Cocok Bagi Pemula

Secara umum, return saham terbagi menjadi dua. Di antaranya sebagai berikut:

1. Return realisasian

Return realisasian adalah return yang dihitung berdasarkan data historis. Data historis sendiri merupakan rangkuman perkembangan harga saham emiten tertentu yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Investor juga bisa mendapatkan data historis saham dengan memilih nama emiten kemudian memasukkan jumlah hari untuk memahami trend saham tersebut.

2. Return ekspektasian

Return ekspektasian adalah return yang masih ada dalam bentuk ekspektasi atau prakiraan investor itu sendiri. Tentu saja, return ekspektasian ini masih belum tentu terjadi.

Originally posted 2021-09-07 22:59:48.