fbpx
Simak 4 Tips Memanfaatkan Dana Bansos Secara Bijak

Simak 4 Tips Memanfaatkan Dana Bansos Secara Bijak

Pada dasarnya dana bantuan sosial (bansos) atau bantuan langsung tunai (BLT) yang diberikan pemerintah bertujuan untuk mengurangi beban masyarakat di masa pandemi Covid-19. Namun, besarannya memang masih jauh di bawah rata-rata pengeluaran per provinsi di Indonesia.

Lantas, pos pengeluaran mana yang seharusnya ditambal dengan dana bansos?

1. Membantu melunasi utang

Dana bansos bisa digunakan untuk membantu mencicil atau bahkan melunasi utang.

Jika sebagian besar utang kita adalah hutang konsumtif, tidak apa-apa untuk melunasinya segera selagi kita memiliki kas berlebih. Ini karena utang konsumtif tidak akan pernah meningkatkan nilai aset.

2. Belanja bahan makanan untuk sebulan

Dana bansos bisa membantu memenuhi kebutuhan pangan bulanan. Dengan demikian, beban belanja kebutuhan pokok akan berkurang, yang akan berdampak pada surplus arus kas bersih bulanan.

3. Menyehatkan jumlah tabungan

Pandemi Covid-19 memang memberikan tekanan yang cukup besar pada perekonomian, dan pada akhirnya menyebabkan banyak orang kehilangan penghasilan tetap. Saat seseorang menjadi pihak yang terkena dampak ekonomi, mereka dapat menggunakan tabungannya untuk bertahan hidup.

Baca Juga :  5 Cara Investasi Bitcoin yang Aman dan Menguntungkan

Nah, dengan mendapatkan dana bansos dari pemerintah, kita dapat mengalokasikannya untuk menambah tabungan yang sempat tergerus akibat hilangnya penghasilan tetap.

4. Berinvestasi dengan tujuan jangka panjang

Bisakah dana bansos yang tidak seberapa besarnya diinvestasikan? Jawabannya sangat mungkin.

Investasi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan di mana dana ditempatkan pada satu atau lebih aset dalam jangka waktu tertentu dengan tujuan untuk memperoleh pendapatan atau peningkatan nilai investasi. Kemudian, aset itu sendiri dibagi menjadi dua kategori, yaitu aset riil dan aset keuangan.

Pemerintah telah memperingatkan agar tidak menggunakan dana tersebut untuk membeli rokok. Karena itu, gunakan dengan sangat bijak, yaitu mengalokasikannya ke pos pengeluaran yang betul-betul dibutuhkan.

Pos pengeluaran sendiri dapat dibedakan menjadi tiga, di antaranya:

  • Pengeluaran wajib, atau yang jika tidak dibayar akan dijatuhkan denda, utang atau pajak.
  • Pengeluaran kebutuhan, yaitu sandang, pangan, papan.
  • Pengeluaran keinginan, seperti traveling, makan dan minum di restoran favorit, dan pengeluaran lain yang berkaitan erat dengan gaya hidup.
Baca Juga :  Panduan Membeli Saham Online & Offline Bagi Pemula