fbpx
Daftar Makanan Anti-Inflamasi untuk Lawan Peradangan

Daftar Makanan Anti-Inflamasi untuk Lawan Peradangan

Beberapa makanan diketahui dapat membantu melawan peradangan. Berikut ini adalah daftar makanan anti-inflamasi yang dapat membantu proses penyembuhan penyakit.

Seperti yang kita ketahui bersama, kondisi fisik beberapa orang dapat membuat sistem kekebalan tubuh tidak bekerja dengan baik. Kerusakan ini dapat menyebabkan peradangan, seperti Covid-19.

Diet anti-inflamasi membantu melawan peradangan yang terjadi di dalam tubuh.

Pada dasarnya, diet anti-inflamasi adalah diet yang berfokus pada buah-buahan, sayuran, makanan yang mengandung asam lemak omega-3, biji-bijian, protein tanpa lemak, lemak sehat dan rempah-rempah.

Sebagian besar makanan ini mengandung senyawa antioksidan yang membantu melindungi tubuh dari stres oksidatif. Ini adalah daftar makanan anti-inflamasi yang patut kita coba:

1. Berries

Buah beri seperti strawberry, blueberry, raspberry dan blackberry selalu menjadi makanan andalan karena mengandung antioksidan tingkat tinggi yaitu antosianin. Orang yang makan buah yang kaya antioksidan akan menghasilkan lebih banyak sel NK (natural killer) daripada mereka yang tidak.

Baca Juga :  Daftar Makanan yang Ampuh Mengurangi Peradangan

2. Ikan berlemak

Ikan dengan kandungan lemak tinggi merupakan sumber protein dan asam lemak omega-3 yang baik. Contoh ikan terbaik adalah salmon, sarden, mackerel dan teri. Kandungan asam lemak pada ikan akan diubah menjadi zat anti-inflamasi alami melalui proses metabolism tubuh menjadi resolvins dan protectins.

3. Brokoli

Sayuran jenis ini juga merupakan salah satu makanan anti-inflamasi alami. Makan brokoli bahkan bisa mengurangi risiko kanker dan penyakit jantung. Semua ini dikaitkan dengan kandungan sulforaphane, yang merupakan antioksidan yang menghambat kadar cytokines dan NF-kB yang menyebabkan peradangan.

4. Alpukat

Alpukat kaya akan lemak tak jenuh tunggal yang baik untuk kesehatan jantung. Alpukat juga merupakan sumber magnesium, serat dan potasium yang sangat baik. Makan hanya setengah buah alpukat dapat meningkatkan asupan harian vitamin C, A, E dan B kompleks.

5. Teh hijau

Teh hijau kaya akan senyawa polifenol yang disebut epigallocatechin-3-gallate (EGCG). EGCG memiliki sifat anti-inflamasi dan membantu meringankan gejala penyakit radang usus, seperti penyakit Crohn dan kolitis ulsertif.

Baca Juga :  Konsumsi 5 Makanan Ini untuk Tingkatkan Fungsi Otak

6. Jamur

Hanya beberapa jamur yang dapat dimakan dan baik untuk kesehatan. Meski begitu, jamur seperti truffle dan jamur shiitake juga dikenal sebagai sumber antioksidan dan fenol yang dapat mencegah peradangan.

Sayangnya, penelitian melaporkan bahwa memasak menu makanan dengan jamur dapat mengurangi senyawa anti-inflamasi ini.

Beberapa ahli merekomendasikan makan jamur mentah atau dimasak sebentar untuk menghindari kehilangan senyawa antioksidan di dalamnya.

7. Cokelat hitam

Makan terlalu banyak cokelat dapat menyebabkan masalah kesehatan. Namun, kita dapat memilih jenis cokelat hitam dan mengonsumsinya dalam kisaran yang wajar untuk menjaga kesehatan dan membantu melawan peradangan.

Sebuah penelitian melaporkan makan 30 gram cokelat hitam dari 84 persen sehari selama 8 minggu dapat mengurangi penanda inflamasi pada penderita diabetes.

Meski begitu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menemukan dosis cokelat hitam yang tepat untuk melihat manfaatnya.