fbpx
Ketahui Keunggulan & Kekurangan Kredit Tanpa Agunan

Ketahui Keunggulan & Kekurangan Kredit Tanpa Agunan

Saat ini, utang sepertinya tidak lagi menjadi hal yang tabu untuk dibicarakan. Untuk hal-hal tertentu, utang adalah cara alternatif untuk memenuhi kebutuhan kita.

Ada banyak jenis utang yang beredar di masyarakat. Mulai dari utang yang disesuaikan dengan peruntukannya, misalnya utang Kredit Pembelian Mobil, utang Kredit Pembelian Rumah dan utang KPM. Selain itu, ada juga utang untuk kebutuhan apa saja, yang sering disebut utang multiguna, yang antara lain adalah kartu kredit, kredit tanpa agunan, atau kredit tanpa jaminan.

Sekarang, kami mencoba membongkar beberapa kelebihan dan kekurangan dari kredit tanpa agunan atau KTA.

Keunggulan kredit tanpa agunan

1. Lebih fleksibel

Keunggulan KTA adalah adanya fleksibilitas penggunaan tujuan kredit. Nasabah dapat dengan bebas menggunakan dana kredit untuk keperluan apapun, bahkan untuk keperluan konsumsi. Kita hanya disarankan untuk tetap menggunakan pinjaman dalam lingkup yang telah kita pahami. Jangan sampai timbul masalah kredit macet.

Baca Juga :  Limit Pinjaman KTA, KMG dan KUR, Baca di Sini!

2. Proses pengajuan lebih cepat dan mudah

Seperti yang kita ketahui, proses pengajuan KTA sangat mudah dan cepat. Ini berbeda dengan pengajuan konvensional atau kredit dengan jaminan, yang memerlukan survei dan evaluasi aset jaminan. Bahkan, beberapa lembaga perbankan kini menyediakan fasilitas untuk pengisian formulir pengajuan secara online. Formulir dapat diunduh kapan saja, sehingga mempersingkat waktu proses pengajuan.

3. Proses pencairan dana cepat

Selain pengajuan kredit yang mudah, pencairan dana KTA juga tercepat. Biasanya pelanggan hanya menunggu kurang dari seminggu. Hal ini sangat membantu bagi masyarakat yang mendadak membutuhkan dana, seperti biaya pengobatan, biaya pendidikan, biaya pernikahan dan lain sebagainya.

Kekurangan kredit tanpa agunan

1. Suku bunga relatif tinggi

Selain kelebihan, kredit KTA juga memiliki kekurangan. Salah satunya adalah suku bunga yang ditawarkan cukup tinggi. Anggap saja sebagai konsekuensi dari penggantian agunan atau jaminan. Untuk kelemahan pertama ini biasanya masih bisa ditoleransi dan tidak berdampak signifikan terhadap pelanggan.

Sebab, mereka juga tahu betapa mudahnya tidak memiliki jaminan aset. Dari awal hingga akhir pelunasan, tingkat bunga yang diberikan biasanya bersifat tetap atau flat. Mengenai suku bunga, setiap bank memiliki kebijakan yang berbeda-beda. Namun, biasanya tingkat bunga antara 1-2 persen per bulan.

Baca Juga :  Limit Pinjaman Kartu Kredit hingga Fintech, Cek di Sini!

2. Plafon dan tenor terbatas

Batas maksimum atau jumlah pinjaman biasanya tidak melebihi 300 juta rupiah. Dengan plafon yang rendah, jangka waktu pelunasan biasanya relatif pendek, berkisar antara satu hingga lima tahun tergantung jumlah pinjaman.

3. Pinjaman dilihat dari profesi dan penghasilan

Ini adalah poin terpenting dalam mengajukan KTA. Umumnya bank hanya memberikan pinjaman kepada pegawai tetap, karyawan tetap, profesional dan pengusaha yang memiliki penghasilan tetap setiap bulannya. Bank hanya menyetujui orang-orang dengan pendapatan tetap bulanan minimal 2 juta rupiah.