fbpx
Waspada! Ini Ciri-ciri Pinjaman Online Ilegal

Waspada! Ini Ciri-ciri Pinjaman Online Ilegal

Pinjaman online ilegal masih terus bermunculan tanpa henti, dan masih banyak masyarakat yang menjadi korbannya.

Kasus terbaru yang terjadi pada awal Juni lalu adalah seorang guru TK di Malang yang berutang ratusan juta rupiah dan dipecat dari pekerjaannya karena sering ditagih oleh sekelompok agen penagih utang (debt collector).

Pinjaman online adalah layanan pembiayaan yang diberikan secara online oleh badan tertentu. Namun, tidak semua pinjaman online terdaftar dan memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga tergolong ilegal.

Pinjaman online ilegal biasanya juga tidak berbadan hukum. Hal ini membuat alur kerja tidak mengikuti prosedur yang telah ditetapkan oleh OJK.

Pinjaman online ilegal berbahaya karena pembiayaan yang kita dapatkan tidak sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku.

Ciri-ciri pinjaman online ilegal

1. Iklan agresif

OJK menerapkan aturan agar aplikasi pinjaman online tidak menyebarkan kegiatan promosi kepada siapa pun selain nasabah. Karena itu, jika ada SMS, pesan WhatsApp atau email yang menawarkan pinjaman online, itu pasti ilegal.

2. Tenor pinjaman terlalu pendek

Pinjaman online ilegal terlalu pendek menerapkan tenor. Misalnya, hanya 7 sampai 14 hari. Jika utang sudah dilunasi, mereka biasanya mengirim kredit ekstra tanpa diminta.

3. Persyaratan yang terlalu sederhana

Meski pinjaman online membutuhkan syarat yang lebih mudah daripada pinjaman offline, namun bukan berarti syaratnya terlalu mudah.

Misalnya, hanya pakai KTP, peminjam sudah mendapatkan kredit yang dibutuhkannya. Padahal, pengajuan pinjaman membutuhkan verifikasi lebih lanjut.

4. Bunga tidak wajar

Umumnya pinjaman online hanya bolehmemberikan bunga maksimal 0,8% per hari selama 90 hari. Jika ada pinjaman online yang menerapkan bunga di atas itu, maka itu pasti ilegal.

Cara menghindari pinjaman online ilegal

Ada beberapa cara untuk menghindari pinjaman online ilegal, antara lain:

  1. Cara termudah adalah dengan memeriksa pinjaman dari situs resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
  2. Periksa legalitasnya, kemudian periksa juga track record digitalnya apakah ada masalah atau tidak.
  3. Hindari pinjaman dengan biaya tinggi.
  4. Periksa syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh penyedia pinjaman
  5. Download aplikasi pinjaman dari penyedia layanan aplikasi resmi seperti Google Play Store dan Apple Store.
  6. Berhati-hatilah terhadap penyalahgunaan data pribadi kita
  7. Hindari iklan yang tampak mencolok di internet. Pasalnya, secara umum, pinjaman ilegal membuat iklan ajakan yang sangat menarik bagi calon korban.