fbpx
Panduan Lengkap Cara Budidaya Porang, Simak di Sini!

Panduan Lengkap Cara Budidaya Porang, Simak di Sini!

Porang merupakan tanaman umbi-umbian yang termasuk dalam spesies Amorphophallus Muelleri Blume.

Budidaya tanaman Porang dilakukan oleh petani Indonesia dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Umbi Porang mengandung glucomanan atau zat dalam bentuk gula kompleks dan serat larut yang berasal dari ekstrak akar tanaman.

Porang juga diekspor ke luar negeri untuk memenuhi kebutuhan industri, kesehatan dan pangan.

Selain mengandung glucomanan dalam jumlah besar, zat gula kompleks dan serat larut dari ekstrak akar tanaman Porang ternyata juga bernilai ekonomis tinggi.

Seorang petani Porang di Desa Kadirejo, Kecamatan Pabelan, Semarang, Sudadi mengatakan dari segi ekonomi, porang lebih menguntungkan daripada menanam padi.

Menurut dia, dalam satu hektar sawah bisa ditanami 40.000 batang Porang dalam sekali panen, dan hasil panen mencapai 80 ton umbi.

Selain dijual dalam bentuk basah atau kering, biji katak yang terdapat pada tanaman porang juga dapat diperjualbelikan.

“Saya sudah tiga tahun menanam porang. Harga jual umbi per kilogram 13 ribu rupiah basah, setiap satu tanaman dapat menghasilkan 2 sampai 2,5 kilogram umbi.

“Sementara itu, jika dijual kering menjadi tepung per kilogram 200 ribu rupiah,” katanya.

Sudadi menambahkan bila Porang selama ini diolah menjadi tepung untuk kebutuhan industri pangan ekspor seperti pembuatan Konnyaku atau Shirataki.

Adapun beberapa negara yang menjadi tujuan ekspor hasil tanaman Porang antara lain China, Vietnam, India, dan Eropa.

Pihaknya mengungkapkan selama membudidayakan tanaman Porang dalam setahun dapat menghasilkan sekira 800 juta rupiah.

Baik dari penjualan umbi basah atau kering, dan biji katak untuk pembibitan Porang.

Baca Juga :  Cara Perbanyak Tanaman Porang dengan Bulbil

“Karena yang masuk pabrik untuk ekspore ada minimal berat 1,5 kilogram. Jadi biji kataknya dijual terpisah perkilogram dihargai 10 ribu rupiah. Lalu, umbi chips atau kering harganya Rp 80-90 ribu per kilogram,” ujarnya

Tentang Porang

Porang (Amorphophallus mueleri blume) merupakan komoditas pertanian yang mulai dilirik untuk dikembangkan secara luas.

Produk komoditas ini mempunyai manfaat, yakni sebagai bahan baku kosmetik, lem, dan jelly.

Kemudian, sebagai bahan pangan rendah kalori dan dapat dengan mudah diolah menjadi bahan pangan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, umbi porang mengandung glukomanan yang baik untuk kesehatan.

Syarat Tumbuhnya Tanaman Porang

Tanaman porang yang dibudidayakan harus mempunyai kualitas yang baik.

Untuk itu perlu diketahui syarat-syarat tumbuh tanaman porang, antara lain:

  • Intensitas cahaya 60 – 70%
  • Ketinggian 0 – 700 m Namun yang paling bagus pada daerah dengan ketinggian 100 – 600 m dpl.
  • Dibutuhkan tanah yang gembur/subur dan tidak bec
  • Tanah dengan tekstur lempung berpasir dan bersih dari alang-ala
  • Derajat keasaman tanah ideal antara pH 6 – 7.
  • Naungan yang ideal: Jati, Mahoni Sono, dan lain-lain.

Persiapan Lahan

Lokasi tumbuh tanaman porang yang baik adalah di bawah naungan dengan intensitas cahaya 60 –70%.

Kegiatan persiapan lahan:

1. Pada lahan datar

Setelah lahan dibersihkan dari semak-semak liar/gulma lalu dibuat guludan selebar 50 cm dengan tinggi 25 cm dan panjang disesuaikan dengan lahan.

Baca Juga :  Cara Perbanyak Tanaman Porang dengan Bulbil

Jarak antara guludan adalah 50 cm.

2. Pada lahan miring

Lahan dibersihkan tidak perlu diolah, lalu dibuat lubang tempat ruang tumbuh bibit yang dilaksanakan pada saat penanaman.

Persiapan Bibit

Porang dapat diperbanyak secara vegetatif dan generatif (biji, bulbil/katak).

Bibit yang dipilih adalah dari umbi dan bulbil yang sehat.

Bibit porang cukup ditanam sekali.

Setelah bibit yang ditanam berumur 3 tahun, dapat dipanen selanjutnya dapat dipanen setiap tahunnya tanpa perlu penanaman kembali.

Kebutuhan bibit per satuan luas sangat tergantung pada jenis bibit yang digunakan dan jarak tanam.

Dengan prosentase tumbuh benih diatas 90%, kebutuhan benih per hektar dengan jarak tanam 0,5 m adalah:

  1. Umbi : 1.500 kg (± 20 – 30 buah/kg)
  2. Biji : 300 kg

Budidaya Tanaman Porang

Cara Tanam Porang:

Tanaman porang sangat baik bila ditanam pada musim hujan.

Cara menanam porang adalah sebagai berikut:

  1. Masukkan bibit porang yang telah disiapkan ke dalam lubang tanaman yang sudah disiapkan.
  2. Berikan pupuk pupuk dasar sebelum umbi porang ditanam menggunakan pupuk bokashi/kompos 0,5 kg/lubang dicampur dengan top soil.

Sementara untuk bibit katak, gunakan pupuk bokashi/kompos dicampurkan dengan tanah sekitar.

Perlu diperhatikan bahwa letak bakal tunas tanaman porang harus menghadap ke atas.

Kemudian pada setiap lubang tanah yang telah disiapkan tersebut harus diisi 1 bibit porang dengan jarak tanam antara 1 x 1 meter.

Setelah selesai tutup kembali lubang dengan tanah setebal 3 sentimeter

Pemeliharaan Tanaman Porang

Tanaman porang merupakan tanaman yang tidak memerlukan pemeliharaan secara khusus.

Namun untuk mendapatkan hasil pertumbuhan dan produksi yang maksimal, dapat dilakukan pemeliharaan yang intensif dengan cara:

Baca Juga :  Cara Perbanyak Tanaman Porang dengan Bulbil

Penyiangan

  • Dilakukan dengan membersihkan gulma yang berupa rumput liar yang dapat menjadi pesaing tanaman porang dalam hal kebutuhan air dan unsur hara.
  • Sebaiknya dilakukan sebulan setelah umbi porang ditanam. Penyiangan berikutnya dapat dilakukan saat gulma muncul.
  • Gulma yang terkumpul ditimbun dalam sebuah lubang agar membusuk dan menjadi kompo

Pemupukan

Pada saat pertama kali ditanam, dilakukan pemupukan dasar.

Untuk pemupukan berikutnya dapat dilakukan setahun sekali (awal musim hujan).

Jenis pupuk adalah pupuk urea 10 gr/lubang dan SP 36,5 gr/lubang.

Pemberian pupuk dilakukan dengan cara ditanam disekitar batang porang.

Pengamanan pohon pelindung

Porang merupakan tanaman yang butuh naungan.

Oleh karena itu perlu dilakukan pemeliharaan terhadap pohon pelindung agar pohon pelindung dan tanaman porang dapat tumbuh dengan baik.

Panen Tanaman Pouring

  • Tanaman porang dapat dipanen untuk pertama kali setelah umur tanaman mencapai 2 tahun.

Setelah itu, tanaman dapat dipanen setahun sekali tanpa harus menanam kembali umbinya.

  • Tanaman porang hanya mengalami pertumbuhan selama 5 – 6 bulan tiap tahunnya (pada musim penghujan).

Di luar masa itu, tanaman mengalami masa istirahat /dorman dan daunnya akan layu sehingga tampak seolah-olah mati.

  • Waktu panen tanaman porang dilakukan pada bulan April – Juli (masa dorma).
  • Umbi yang dipanen adalah umbi besar yang beratnya lebih dari 2 kg/umbi, sedangkan umbi yang masih kecil ditinggalkan untuk dipanen pada tahun berikutnya.

Rata-rata produksi umbi porang berkisar 10 ton per hektar.

Source: tribunnews

Kata Kunci:panduan lengkap budidaya porang