fbpx
Kisah Inspiratif Master Teknisi Harley-Davidson, Boyke S.

Kisah Inspiratif Master Teknisi Harley-Davidson, Boyke S.

Boyke Soerianata adalah satu-satunya orang dari Indonesia yang kini menjadi master teknisi Harley-Davidson di Amerika Serikat. Boyke telah bergelut dengan Harley-Davidson selama 15 tahun di negara asalnya, Amerika Serikat.

Boyke pertama kali bekerja di Harley-Davidson pada tahun 2006. Saat itu, ia lulus dan meraih predikat mahasiswa terbaik dari American Motorcycle Technical Institute (MMI) sekolah teknisi di Amerika Serikat yang fokus kepada moge Harley-Davidson.

Setelah lulus dari MMI, banyak dealer Harley-Davidson berebut merekrut Boyke. Akhirnya, dia memilih bekerja di dealer Harley-Davidson di Sacramento, California Utara, Amerika Serikat. Sampai saat ini, dia telah bekerja di lima dealership Harley-Davidson di California Utara.

“Aku pertama kali kerja sama orang bule, pas aku datang pada ngelihatin semua. Aku paling kecil, tinggi aku 171 cm, di Indonesia cukup tinggi, tapi aku sebahunya. Pada lihatin aja. Pada nanya aku dari mana, mereka nebak-nebak dari Meksiko, dari India. Terus aku jawab dari Indonesia, mereka pada nggak tahu Indonesia, tahunya Bali,” cerita Boyke.

Ia merasa banyak orang yang meremehkannya saat itu. Soalnya tubuhnya terlihat kecil, dengan kulit sawo matang yang berbeda dari kebanyakan orang Amerika. Bahkan, saat pertama kali bekerja sebagai teknisi, Boyke sempat dikira sebagai tukang bersih-bersih.

“Aku dipanggil-paling, nih ngepel. Aku bilang aku teknisi. Dia minta maaf. Pada nggak nyangka,” katanya.

Dalam dua bulan pertama bekerja di dealer Harley-Davidson, Boyke digembleng habis-habisan. Pernah ia diplonco oleh seniornya lantaran tidak memiliki alat atau kunci-kunci untuk mengoprek motor.

“Karena tools itu lo harus punya, minimal 2 set. Kayak contoh kunci 1/2 itu minimal harus 2, karena 1 kadang-kadang ada error bisa ada cadangannya. Pas aku nggak punya tools, dimaki-maki itu. Tolls aja nggak punya, mau jadi teknisi di Amerika nggak punya tools. Akhirnya aku dikasih pinjam tapi harus kasih makan siang buat senior. Diplonconya kayak gitu,” kisahnya.

“Tapi setelah dua bulan, tambah akrab. Kalau biker kan begitu, semakin kenal brotherhood-nya tambah akrab.”

Sekarang, Boyke telah menjadi master teknisi Harley-Davidson. Tugasnya adalah mengatasi masalah motor dengan tingkat kesulitan sedang. Misalnya, untuk mengatasi masalah kebisingan yang tidak normal pada mesin, mengatasi masalah aki yang tidak bisa ngecas, meningkatkan performa sepeda motor hingga menambah horsepower.

Boyke juga membuka sekolah online untuk melatih anak-anak Indonesia yang ingin belajar tentang teknisi dan Harley-Davidson. Gratis, sekolah online Boyke tidak dipungut biaya.

“Aku ingin banget teman-teman (di Indonesia) mengetahui tata cara profesionalisme dan kerja di Harley-Davidson. Dari November aku pulang ke Indonesia, aku udah rancang, aku undang teman-teman, bengkel-bengkel kecil, motor kecil, non-Harley-Davidson. Aku kupas tata cara inspection dan service Harley-Davidson,” pungkasnya.

Source: detik