fbpx
Cara Merawat Ara Biola, Siram Seminggu Sekali Saja!

Cara Merawat Ara Biola, Siram Seminggu Sekali Saja!

Tanaman hias ara biola atau ketapang biola alias fiddle leaf fig (Ficus lyrata) adalah salah satu jenis tanaman hias yang digemari beberapa waktu terakhir.

Tanaman ara biola banyak digunakan sebagai tanaman indoor karena memberikan aksen yang kuat. Selain itu, bentuk daunnya yang seperti biola pun menarik perhatian banyak orang.

Tak hanya itu, ara biola juga bisa tumbuh tinggi, yang bisa mempercantik dekorasi rumah Anda.

Bagi yang ingin merawat ara biola dan menjadikannya pelengkap dekorasi rumah, berikut cara perawatannya:

1. Pilih lokasi

Pilih lokasi yang cocok untuk menempatkan ara biola di dalam rumah. Tanaman tropis ini tidak menyukai angin, jadi pilihlah area yang tidak menghadap langsung atau tidak dekat dengan pintu, ventilasi atau sekat luar ruangan.

Ara biola juga bisa tumbuh pesat di bawah sinar matahari tidak langsung yang sangat terang. Saat Anda menyiram ara biola setiap minggu, putar sedikit tanaman agar menerima jumlah sinar matahari yang sama dan tidak miring ke arah sumber cahaya.

Baca Juga :  3 Cara Alami Mengkilapkan Daun Aglonema, Mudah!

Perlu juga dicatat bahwa proses relokasi dari toko tanaman ke rumah dapat membuat ara biola stres, yang tidak akan terlihat dalam satu atau dua bulan pertama. Jika daun mulai tampak kecokelatan atau layu di akhir bulan pertama, periksalah untuk memastikan tanaman tidak terlalu banyak mendapatkan kelembapan dan sinar matahari.

2. Daun kotor dan kelembaban

Jika daun tanaman ara biola baru tertutup air dan debu, seka setiap daun dengan lembut menggunakan kain lembab. Tidak perlu menggunakan minyak kelapa, karena lama kelamaan cara ini justru membuat daun mati lemas.

Terus bersihkan daun seperti ini setiap bulan untuk mencegah tungau laba-laba dan hama lainnya dan ara biola Anda akan tampak bagus dengan daun yang berkilau.

Ara biola berasal dari hutan hujan tropis dan tumbuh di lingkungan yang hangat dan lembab. Kebanyakan rumah memiliki kelembapan sekitar 40 persen, tetapi jika rumah Anda dalam keadaan kering, semprotkan tanaman seminggu sekali.

3. Penyiraman dan drainase

Siram tanaman ara biola setiap seminggu sekali atau 10 hari sekali. Ara biola berasal dari hutan hujan tropis, sehingga terbiasa menghadapi kondisi banjir besar dengan musim kering di antaranya.

Baca Juga :  4 Cara Efektif Mengatasi Daun Aglonema Mengerdil

Saat Anda menyiram tanaman ara biola, cara terbaik adalah menyiramnya hingga tanah tanaman terendam air hingga menyerap dan menetes, lalu biarkan mengering sepenuhnya di antara penyiraman.

Ada dua cara penyiraman tanaman ara biola. Pertama, keluarkan tanaman ke halaman atau kamar mandi, sirami dan biarkan menetes selama satu atau dua jam, lalu bawa masuk kembali.

Cara kedua adalah pasang tanaman berdiri di atas nampan tetes. Metode apa pun yang Anda pilih, pastikan akarnya tidak tergenang air untuk waktu yang lama.

Untuk mengetahui kapan Anda harus kembali menyiram tanaman ara biola, cukup masukkan jari Anda ke dalam 2 inci teratas tanah. Jika masih basah, maka biarkan saja.

Penyiraman yang berlebihan akan membuat daun ara biola berubah warna menjadi cokelat atau muncul bintik-bintik hijau. Selain itu, drainase yang tidak memadai atau waktu yang terlalu sedikit di antara penyiraman memungkinkan busuk akar.

4. Pemupukan dan pemangkasan

Jika Anda membeli ara biola di musim kemarau, maka beri pupuk sebulan sekali dengan pupuk yang memiliki rasio nitrogen-fosfor-kalium 3-1-2 atau pupuk NPK. Disarankan menggunakan pupuk NPK cair.

Baca Juga :  Cara Merawat Philodendron Birkin Agar Tumbuh Baik

Tidak perlu memberi pupuk saat musim hujan, di mana tanaman tidak aktif.

Jika Anda ingin membentuk tanaman Anda, lakukan di musim panas saat tanaman memiliki banyak waktu dan energi untuk tumbuh kembali.

Ada dua alasan untuk memangkas tanaman ara biola, yakni membuang daun yang mati dan mendorong pertumbuhan baru. Saat daun mulai berubah warna menjadi cokelat secara signifikan (karena stres atau busuk akar), yang terbaik adalah membuangnya agar tidak menyedot energi dari tanaman.

Dengan menggunakan sarung tangan, gunakan gunting setek yang tajam dan bersih dan potong batang daun secara miring, sekitar setengah inci dari batangnya.

Meskipun pemangkasan merupakan bagian penting dari pemeliharaan tanaman, berhati-hatilah untuk tidak membuang lebih dari 5-10 daun sekaligus untuk menghindari guncangan. Anda juga dapat menggunakan metode ini untuk menghilangkan daun bagian bawah untuk mendapatkan bentuk seperti pohon.

Source: kompas