fbpx
Memahami Masa Subur Bunda Agar Cepat Hamil

Memahami Masa Subur Bunda Agar Cepat Hamil

Bunda ingin segera hamil? Satu hal yang penting dilakukan adalah memahami siklus menstruasi dengan benar.

Masa subur sangat dipengaruhi oleh siklus menstruasi. Pada siklus yang teratur, masa subur Bunda bisa dihitung dengan sistem perhitungan kalender haid.

Siklus haid teratur, biasanya terhitung 28 bulan selama 3 bulan secara teratur. Sementara itu, masa subur pada siklus teratur terjadi pada hari ke-14. Artinya di hari ke-14, Bunda dan Ayah dapat memanfaatkannya untuk berhubungan seksual agar terjadi konsepsi dan cepat hamil.

Jika siklus haid tidak teratur atau lebih dari 28 hari, Bunda dapat menggunakan rumus Neagle untuk menghitungnya. Perhitungan ini akan mendapatkan nilai rata-rata siklus menstruasi tiga bulan untuk menentukan masa subur Bunda.

Baca Juga :  Ini Cara Menghitung Masa Subur Setelah Menstruasi

Contoh penghitungan masa subur menggunakan rumus Neagle

Misalnya, siklus haid tiga bulan adalah 34, 35, 36 hari. Kemudian tambahkan ketiganya dan ambil nilai rata-rata. Untuk mendapatkan masa subur, nilai rata-rata tersebut harus dikurangi 14.

Jumlah siklus menstruasi dalam tiga bulan: 34 + 35 + 36 = 105

Nilai rata-rata tiga bulan: 105: 3 = 35

Masa subur: 35-14 = 21

Artinya masa subur dengan siklus haid tidak teratur atau lebih dari 28 hari adalah hari ke-21. Bunda bisa melakukan hubungan pada waktu itu agar cepat hamil.

Waktu yang tepat berhubungan seksual

Bunda bisa berhubungan seksaul pada waktu yang tepat selama masa reproduksi. Siklus menstruasi yang teratur adalah hari ke-14.

Namun, karena masa subur belum tentu tepat sesuai perhitungan, kita bisa mencuri waktu untuk berhubungan seksual. Catat, Bunda, waktu tersebut adalah dua hari sebelum dan sesudah masa subur.

Bila masa subur adalah hari ke-14, Bunda bisa berhubungan seksual di hari ke-12, 14, dan 16. Penting juga diingat, supaya sperma Ayah jumlahnya lebih banyak dan Bunda cepat hamil, berhubungan seksual bisa di jeda, antara satu sampai dua hari. Jadi, hindari berhubungan seksual setiap hari ya!

Baca Juga :  Cara Mengetahui Masa Subur Wanita Setelah Haid

Masa subur bisa tentukan jenis kelamin bayi?

Tahukah Bunda, bahwa berhubungan seksual di masa subur bisa meningkatkan peluang hamil anak laki-laki? Ya, berhubungan di masa subur bisa berpengaruh pada jenis kelamin bayi.

Kemungkinan Bunda bisa hamil anak laki-laki, jika berhubungan seksual di rentan waktu masa subur tersebut (siklus haid teratur 28 hari, masa subur di hari k-12, 14, 16).

Namun, perlu diingat juga bahwa keberhasilan hamil bayi laki-laki ini tergantung dengan sperma Ayah. Sperma yang membawa anak laki-laki umumnya berumur pendek. Sedangkan, sperma yang membawa anak perempuan, usianya panjang.

Jika Bunda berhubungan di luar waktu masa subur ini, peluang hamil anak perempuan lebih besar dibandingkan anak laki-laki.

4 Cara mengetahui masa subur Bunda

1. Suhu

Kenaikan suhu bisa menjadi pertanda masa subur Bunda. Bagi Bunda yang ingin tahu masa subur, bisa melakukan pengecekan suhu melalui termometer.

Suhu tubuh normal yang biasanya di angka 36,1 derajat, bisa naik menjadi 37,5 saat masa subur. Kenaikan suhu tinggi ini berbeda saat ibu demam karena tidak disertai gejala lain.

2. Pemeriksaan hormonal

Pemeriksaan ini dilakukan dengan bantuan medis. Pemeriksaan hormonal akan mengecek hormon LH (luteinizing hormone) pada Bunda. Saat masa subur, hormon LH akan naik di atas normal.

Baca Juga :  Cara Mengetahui Masa Subur Wanita Setelah Haid

3. Perubahan cairan serviks

Pemeriksaan ini hanya bisa dilakukan melalui cek ke dokter. Cairan serviks umumnya berupa lendir dan berbeda dari keputihan.

4. Payudara kencang

Payudara terasa tegang atau kencang karena perubahan hormon dalam tubuh Bunda. Adanya kenaikan hormon LH serta perubahan hormon estrogen dan progesteron bisa menyebabkan payudara terasa kencang.

Kondisi medis yang memengaruhi masa subur Bunda

1. PCOS (Polycystic ovary syndrome)

PCOS menyebabkan sel telur bentuknya kecil-kecil. Kondisi ini bisa disebabkan obesitas yang menyebabkan sel telur tidak bisa ovulasi dan sulit hamil.

2. Gangguan hormon tiroid

Gangguan hormon tiroid bisa memengaruhi hormon-hormon kehamilan pada Bunda.

3. Diabetes

Resistensi insulin tinggi menyebabkan sel telur tidak terbentuk. Kondisi ini juga bisa menyebabkan PCOS.

4. Infeksi di saluran telur

Secara alami, pertemuan sperma dan sel telur terjadi di saluran telur. Jika terjadi infeksi, maka Bunda akan sulit hamil atau berisiko terjadi kehamilan di luar kandungan.

Source: haibunda