fbpx
Lebih Mengenal Aset Kripto, Contoh Jenis dan Fungsinya

Lebih Mengenal Aset Kripto, Contoh Jenis dan Fungsinya

Apa Itu Aset Kripto?

Aset kripto merupakan mata uang digital yang dapat digunakan untuk transaksi virtual menggunakan jaringan internet. Mata uang kripto mempunyai sandi-sandi yang cukup rumit agar keamanannya selalu terjaga.

Mata uang digital ini bersifat desentralisasi. Tidak ada pihak yang berandil sebagai perantara dalam transaksi. Di mana transaksi hanya melibatkan penjual dan pembeli langsung.

Meski demikian, setiap transaksi yang terjadi dicatat dan dipantau menggunakan sistem.

Jenis Aset Kripto

Sampai saat ini sudah cukup banyak jenis aset kripto yang digunakan. Beberapa diantaranya yang cukup populer ada Bitcoin, Litecoin, Monero, Ethereum, Ripple, Polkadot, dan masih banyak lagi.

Peringkat teratas Cryptocurrency masih dimiliki Bitcoin yang disusul Ethereum. Pada kesempatan kali ini akan diulas tentang keduanya.

Bitcoin

Bitcoin (BTC) tentu sudah tidak asing, terutama di kalangan investor. Mata uang ini diciptakan pada tahun 2009 oleh seseorang yang memiliki nama samaran Satoshi Nakamoto.

Baca Juga :  Kesalahan Investasi Kripto yang Wajib Dihindari

Sejak awal kemunculannya sampai sekarang Bitcoin terus menjadi yang populer dan disebut King of Cryptocurrency.

Permintaan akan Bitcoin begitu tinggi, tapi ketersediaannya cukup terbatas. Hal inilah yang akhirnya membuat nilai tukarnya meroket.

Padahal harga Bitcoin pada awalnya hanya ratusan perak tiap kepingnya. Adapun sekarang harganya sudah menembus ratusan juta per keping.

Ethereum

Ethereum (ETH) berada di peringkat kedua dengan nilai likuiditas tinggi. Hal tersebut dikarenakan perdagangannya yang begitu tinggi. Dari sisi kemudahan pencairan ETH cukup mudah daripada jenis aset kripto yang lain.

ETH dibuat dengan fokus keamanan yang dibangun berdasar filosofi alamiah. Pada awalnya ETH diperdagangkan senilai 41 ribuan per keping dan kini sudah mencapai puluhan juta tiap kepingnya.

Fungsi Aset Kripto

Aset kripto selanjutnya tidak hanya bisa digunakan untuk transaksi virtual saja. Lebih dari itu, berikut beberapa fungsinya:

Alat Transaksi

Fungsi utama tentu sebagai alat transaksi. Mata uang ini juga memiliki prinsip yang sama seperti prinsip ekonomi, di mana harganya cenderung naik saat permintaan juga naik.

Baca Juga :  5 Cara Investasi Bitcoin yang Aman dan Menguntungkan

Semakin banyak pihak melakukan investasi di mata uang ini, maka harganya pun akan meroket.

Fungsi Investasi

Fungsi lainnya untuk investasi. Sejumlah perusahaan telah menerapkan sistem pembayaran menggunakan uang virtual.

Meski memang belum semua jenis aset kripto diterima, sebagian besar hanya menerima Bitcoin saja. Namun, perlu diketahui bahwa investasi ini termasuk dalam kategori high risk atau berisiko tinggi.

Fungsi Mining

Cryptocurrency tidak terlepas dari hal pertambahanan. Para pengguna pun harus mampu memecahkan teka-teki yang rumit agar mampu mengkonfirmasi transaksi dan menuliskannya dalam blockchain.

Makin besar daya pengguna, makin besar pula peluangnya mampu memecahkannya. Sifatnya yang universal diakui membuat banyak pihak tertarik dengan kripto.

Terlebih dengan adanya kelebihan seperti transparansi pada setiap aktivitas transaksi yang sudah dilakukan, kemudahan transaksi yang cepat dan mudah, lalu kontrol berada penuh pada diri pengguna.

Meski demikian memang masih ada beberapa kekurangan seperti belum adanya perizinan secara penuh, adanya sistem password yang dapat berisiko pada kehilangan uang karena lupa sandi.

Baca Juga :  Lagi Populer, Apa itu Cryptocurrency dan Jenis-jenisnya?

Terlepas dari itu, semua dikembalikan lagi pada keyakinan dan kemantapan pengguna aset kripto.